Wahai, INFO_PAS –Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai padati ruang bengkel kerja untuk memproduksi kerajinan tangan bernilai estetika tinggi, Kamis (21/5). Menggunakan bahan dasar limbah kayu bekas, mereka bersiap melahirkan karya baru berupa replika kapal tradisional Pinisi.
Aktivitas di bengkel kerja ini menandai konsistensi para Warga Binaan dalam memanfaatkan potongan kayu sisa yang sudah tidak terpakai. Dengan peralatan yang tersedia, mereka membagi tugas mulai dari memotong, mengamplas, hingga merancang pola dasar lambung kapal agar menghasilkan detail yang presisi.

Petugas Lapas Wahai yang mengawasi langsung jalannya kegiatan, Andhika Panayungan, menjelaskan pembuatan replika ini menuntut konsentrasi tinggi sejak tahap awal pembentukan bahan baku. “Kami melihat potensi besar dari para Warga Binaan. Meski menggunakan bahan dasar kayu bekas yang awalnya dianggap sampah, lewat ketelatenan dan jemari kreatif mereka, bahan ini
siap disulap menjadi karya seni mewah yang rapi dan bernilai jual,” terangnya.
Pembuatan kerajinan tangan yang sedang berjalan ini merupakan agenda rutin pembinaan kemandirian di Lapas Wahai. Pihak Lapas secara konsisten mengarahkan Warga Binaan untuk mengasah keahlian produktif dengan memanfaatkan material di sekitar lingkungan mereka.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S Mouw, menegaskan pengerjaan yang kembali digalakkan ini berorientasi pada pembekalan keterampilan konkret bagi Warga Binaan. “Tujuan utama kami adalah memberikan bekal keahlian yang nyata. Melalui pembinaan kemandirian yang terus berproses seperti ini, kami berharap mereka memiliki rasa percaya diri dan modal keterampilan kerja mumpuni saat bebas nanti,” harapnya.
Semangat kerja yang ditunjukkan Warga Binaan dalam merakit replika kapal ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat produktivitas para Warga Binaan yang terus terjaga di dalam lapas.
“Ini membuktikan keterbatasan jeruji besi bukan penghalang untuk melahirkan karya seni bernilai tinggi. Kami akan terus memfasilitasi dan berupaya membantu memasarkan produk-produk hasil karya mereka agar lebih dikenal luas,” tutur Tersih. Pembuatan replika kapal Pinisi ini ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan. Lapas Wahai merencanakan untuk memamerkan karya mewah yang sedang digarap tersebut dalam berbagai ajang pameran produk unggulan Narapidana ke depan.
Kontributor: Humas Lapas Wahai

Leave a Reply