
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pemasaran produk hasil karya Warga Binaan. Kali ini, Lapas Ambon berhasil menghasilkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupa lemari kayu yang dipesan oleh salah satu mantan warga binaan, Kamis (12/6).
Proses pembuatan lemari dilakukan di bengkel kerja Lapas Ambon dengan melibatkan warga binaan yang memiliki keterampilan di bidang pertukangan. Bahan kayu dipilih secara teliti agar menghasilkan produk yang kokoh dan tahan lama. Tahapan pengerjaan dimulai dari pemotongan kayu, perakitan rangka, hingga proses finishing dengan cat pelapis agar tampilan lebih rapi dan menarik. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga wadah bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan kerja yang dapat berguna setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemasaran karya Warga Binaan melalui UMKM. Ia ingin membuktikan bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas dan nilai jual yang layak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa karya warga binaan bukan hanya sekadar aktivitas pembinaan, tetapi juga bisa menjadi produk unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap dengan adanya pemasaran melalui UMKM, hasil karya ini dapat dikenal lebih luas dan menjadi sumber kebanggaan bagi warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Ambon mampu menghasilkan produk yang berdaya saing,” tegas Kalapas.
Salah satu warga binaan yang mengerjakan lemari tersebut, berinisial S, mengungkapkan rasa bangganya. Ia menyampaikan bahwa kesempatan berkarya membuatnya merasa lebih percaya diri dan termotivasi.
“Saya senang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ini menjadi pengalaman berharga dan semoga bisa menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Pembeli lemari, berinisial RL, yang juga merupakan mantan warga binaan, menyampaikan bahwa ia merasa puas dengan hasil karya tersebut. Ia menuturkan bahwa kualitas produk buatan Lapas Ambon tidak kalah dengan produk di pasaran.
“Lemari ini sangat bagus dan kokoh. Saya bangga bisa membeli hasil karya teman-teman di Lapas,” katanya.
Kegiatan produksi lemari ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Ambon tidak hanya berorientasi pada rehabilitasi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi. Dengan dukungan program UMKM, karya warga binaan dapat dipasarkan secara luas, sekaligus membuka peluang baru bagi mereka untuk berkontribusi positif di masyarakat setelah bebas.
Kontributor : Humas Lapas Ambon

Leave a Reply