Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan kemandirian yang aplikatif bagi Warga Binaan. Bertempat di area pertanian, para warga binaan mendapatkan bimbingan intensif mengenai teknik penyemaian bibit sayur pakcoy dari Staf Pembinaan, Alfin Iksan Ramadhan, Sabtu (13/6). Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, bersama Pelaksana Harian (Plh.) Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program berjalan lancar sesuai target, sekaligus memberikan dukungan moral kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.

Dalam keterangannya, Nober menyampaikan bahwa program budidaya pertanian ini digalakkan untuk mengoptimalkan fungsi lapas dalam memberikan pelatihan vokasional berbasis agrobisnis kepada warga binaan. “Pembinaan kemandirian seperti bercocok tanam ini merupakan bekal penting bagi warga binaan. Keterampilan bertani diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu selama masa pidana, tetapi juga modal usaha produktif yang bernilai ekonomis setelah mereka kembali ke masyarakat,” terang Nober.

Di tempat yang sama, Alfin menjelaskan bahwa pengarahan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan teoritis sekaligus keterampilan praktis kepada warga binaan, mulai dari pengolahan media tanam, penataan benih di wadah semai, hingga teknik penyiraman berkala. Ia menambahkan, pakcoy dipilih sebagai tanaman budi daya karena memiliki masa tanam relatif singkat dan perputaran hasil yang cepat, sehingga sangat efektif sebagai sarana pembelajaran awal bagi warga binaan.

“Langkah awal pada fase pembibitan sangat krusial karena kualitas perawatan di tahap ini menentukan keberhasilan panen yang optimal. Selain itu, program ini diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan internal lapas,” ujar Alfin.

Warga binaan berinisial JR yang aktif mengikuti kegiatan ini mengaku sangat bersyukur atas ilmu yang didapatkannya. “Kami sangat berterima kasih atas pelatihan langsung dari Pak Alfin. Kami jadi tahu bahwa perawatan awal pada penyemaian bibit pakcoy sangat menentukan hasil panen. Keterampilan praktis seperti pengolahan media tanam dan penyiraman berkala ini menjadi modal berharga untuk mandiri setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Yusuf menjelaskan bahwa kegiatan monitoring langsung oleh jajaran struktural ditujukan untuk menjaga kualitas program, mengevaluasi kendala di lapangan, serta memastikan sarana dan prasarana pertanian di dalam Lapas tersalurkan secara tepat sasaran.

“Harapan kami, melalui program pemberdayaan sektor pertanian ini, warga binaan tidak hanya produktif selama menjalani masa pidana, tetapi juga mampu menyerap keterampilan dengan serius. Lebih lanjut, semoga bekal keahlian bercocok tanam ini dapat mereka terapkan secara mandiri setelah bebas nanti. Dengan demikian, mereka memiliki modal usaha yang positif untuk kembali berintegrasi di tengah masyarakat,” pungkas Yusuf.

Kontributor : Humas Lapas Geser

Discover more from KANWIL DITJENPAS MALUKU

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading