Piru, INFO_PAS — Upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang produktif terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru melalui pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui penanaman tanaman produktif sebagai bagian dari pengembangan Agroforestri atau Wanatani, Jumat (11/9).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kalapas Piru, Hery Kusbandono, bersama jajaran pejabat struktural. Sebanyak tiga pohon sukun ditanam di area kebun kemandirian, satu pohon mangga ditanam di sekitar kolam budidaya ikan, sementara lima pohon jambu air ditempatkan di taman buah Lapas Piru. Penanaman yang ditanam pada tiga lokasi berbeda di lingkungan Lapas Piru tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan setiap lahan agar memiliki fungsi produktif sekaligus mendukung penghijauan lingkungan.

Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pengembangan Agroforestri tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam waktu dekat, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang. 

“Tanaman semusim seperti sayuran memang dapat memberikan hasil dalam waktu yang lebih cepat, tetapi kami juga ingin menanam pohon yang hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang. Ini merupakan investasi untuk keberlanjutan lahan dan ketahanan pangan Lapas Piru,” ujar Hery.

Menurutnya, keberadaan tanaman buah dan pohon produktif akan melengkapi budidaya tanaman semusim yang selama ini dikembangkan, sehingga lahan Lapas Piru dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, tambahnya.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menyampaikan bahwa penempatan tanaman pada beberapa titik dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan fungsi lahan. “Kami menyesuaikan jenis tanaman dengan lokasi yang tersedia agar pertumbuhannya dapat lebih optimal. Setelah ditanam, yang tidak kalah penting adalah memastikan penyiraman, pemupukan, dan perawatannya dilakukan secara rutin sehingga tanaman dapat tumbuh dan memberikan hasil sesuai yang diharapkan,” jelas Mustafa.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh Ramdhan Basir, menilai kegiatan tersebut turut memberikan ruang pembelajaran bagi Warga Binaan. “Mereka tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi terlibat langsung dalam proses menanam dan merawat. Dari sini tumbuh keterampilan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Warga Binaan berinisial “A”. Ia mengaku senang dapat ikut merawat tanaman yang ditanam. “Kami jadi belajar bagaimana merawat tanaman dari awal. Kalau nanti tumbuh besar dan menghasilkan buah, tentu ada rasa bangga karena pernah ikut menanam dan merawatnya,” katanya.

Di sela kegiatan, Kalapas juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah tanaman yang telah dibudidayakan sebelumnya untuk memastikan perkembangannya tetap terpantau. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan lahan dan tanaman yang telah dikembangkan.

Melalui pengembangan Agroforestri, Lapas Piru tidak hanya memperluas pemanfaatan lahan, tetapi juga membangun sumber pangan produktif yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

Kontributor : Humas Lapas Piru

Discover more from KANWIL DITJENPAS MALUKU

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading