
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus konsisten memperkuat pembinaan kepribadian berbasis kerohanian bagi warga binaan pemeluk agama Islam. Pembinaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan tausiyah spiritual yang dibawakan oleh Ust. Heri Fadli, S.H., serta dilanjutkan dengan sesi Pengajian (Dirosah Al-Qur’an) bekerja sama dengan Tim Wahdah Islamiyah di Masjid Lapas Ambon, Rabu (14/10).
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan penyampaian tausiyah yang membakar semangat hijrah dan perbaikan diri para warga binaan, sebelum memasuki sesi pembelajaran serta pendalaman membaca Al-Qur’an secara intensif dan terstruktur (Dirosah).
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ambon, Meky Patty, menjelaskan bahwa kegiatan kerohanian ini merupakan agenda rutin yang dirancang untuk membangun mental serta moral warga binaan agar memiliki benteng iman yang kokoh. Ia mengapresiasi sinergi positif yang terjalin erat dengan para penceramah dan organisasi keagamaan dalam mendukung program pembinaan di dalam lapas.
“Pembinaan kepribadian kerohanian adalah landasan utama dalam proses rehabilitasi warga binaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan mendapatkan pembekalan keagamaan yang memadai, sehingga pembentukan karakter yang berakhlak mulia dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujar Meky di sela-sela kegiatan.
Dalam tausiyahnya, Ust. Heri Fadli, S.H., menyampaikan pentingnya memanfaatkan masa pembinaan di dalam lapas sebagai sarana muhasabah (introspeksi diri) dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa pintu perbaikan diri selalu terbuka luas bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh.
“Tempat ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan emas yang Allah berikan untuk memperbaiki diri. Melalui tausiyah dan pendalaman Al-Qur’an ini, kami berharap para warga binaan dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta penuntun menuju jalan yang benar,” tutur Ust. Heri.
Suasana khusyuk dan penuh antusiasme dirasakan oleh salah seorang warga binaan peserta pengajian berinisial KG. Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dan fasilitas pembinaan kerohanian yang diberikan oleh pihak lapas bersama Tim Wahdah Islamiyah.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti tausiyah dan pengajian Dirosah Al-Qur’an ini. Dulu saya masih sangat terbata-bata membaca Al-Qur’an, namun berkat bimbingan ustaz dan tim yang sabar, sekarang saya semakin lancar dan memahami isi kandungan Al-Qur’an sebagai penenang hati di sini,” ungkap KG penuh haru.
Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program pembinaan kepribadian Islam ini. Menurutnya, perubahan perilaku warga binaan bermula dari hati dan pemahaman agama yang benar.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Wahdah Islamiyah yang telah berkolaborasi bersama Lapas Ambon. Pembinaan kerohanian melalui tausiyah dan Dirosah Al-Qur’an ini merupakan pilar penting dalam membentuk warga binaan agar kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang bertaqwa, taat hukum, dan membawa kesejukan bagi lingkungannya,” tegas Hendra.
Melalui pelaksanaan pembinaan kerohanian yang berkesinambungan ini, Lapas Ambon menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pengamanan, tetapi juga menjadi tempat penyucian jiwa dan pembentukan karakter yang berkualitas. Diharapkan nilai-nilai keagamaan dan keahlian membaca Al-Qur’an yang diperoleh dapat menjadi bekal spiritual yang kuat bagi warga binaan sepanjang hayat.
Kontributor : Humas Lapas Ambon

Leave a Reply