Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus berkomitmen dalam memenuhi hak pembinaan kepribadian bagi seluruh warga binaan tanpa terkecuali. Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon, Lapas Ambon menggelar ibadah pembinaan kerohanian rutin bagi warga binaan yang beragama Kristen di Gereja Lapas Ambon, Jumat (16/10).

Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh suka cita. Dalam ibadah pembinaan tersebut, pembacaan Alkitab diangkat dari kitab 2 Korintus 13:5-7 yang menekankan pentingnya menguji dan memeriksa diri sendiri dalam iman, memastikan Kristus diam di dalam hati, serta hidup jujur dan melakukan apa yang baik di mata Tuhan.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ambon, Meky Patty, menjelaskan bahwa kerja sama strategis bersama Kemenag ini merupakan langkah nyata untuk memastikan warga binaan mendapatkan pendampingan spiritual yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi fondasi utama dalam mengubah mentalitas dan perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Pembinaan kerohanian adalah sarana penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Sinergi bersama Kemenag Kota Ambon ini kami hadirkan agar para warga binaan yang beragama Kristen mendapatkan bimbingan iman yang mendalam, sehingga mereka memiliki kesadaran penuh untuk memperbaiki diri,” jelas Meky di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, Penyuluh Herlin Hizkia dari Kemenag Kota Ambon dalam pelayanannya menyampaikan khotbah berdasarkan perikop 2 Korintus 13:5-7. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk senantiasa melakukan introspeksi diri dan berdiri teguh dalam kebenaran tanpa kompromi terhadap hal-hal buruk.

“Firman Tuhan dalam 2 Korintus 13:5-7 mengajarkan kita untuk menguji diri sendiri, apakah kita benar-benar teguh berdiri di dalam iman. Keberadaan saudara-saudara di tempat ini harus dijadikan sarana evaluasi diri agar tidak lagi melakukan hal yang salah, melainkan terus berjuang melakukan apa yang baik dan benar di hadapan Allah dan manusia,” tutur Herlin dalam pesan penggembalaannya.

Respons positif dan rasa syukur disampaikan oleh salah seorang warga binaan peserta ibadah berinisial HR. Ia mengungkapkan bahwa renungan firman Tuhan yang disampaikan sangat menguatkan hatinya dalam menjalani pembinaan di lapas.

“Saya sangat bersyukur dan merasa dikuatkan melalui ibadah hari ini. Pembacaan firman dari 2 Korintus 13:5-7 mengingatkan saya untuk selalu memeriksa hati dan tindakan saya sehari-hari. Terima kasih kepada pihak lapas dan Kemenag yang terus memperhatikan kebutuhan rohani kami,” ungkap HR penuh rasa haru.

Dukungan penuh turut ditegaskan oleh Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman. Menurutnya, pemenuhan hak beribadah dan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan adalah prioritas dalam mewujudkan proses rehabilitasi yang berhasil dan humanis.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenag Kota Ambon atas kolaborasi yang terus terjalin erat. Pembinaan kerohanian ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan fondasi dasar dalam membina mental dan spiritual warga binaan agar saat kembali ke tengah masyarakat kelak, mereka benar-benar menjadi pribadi baru yang mandiri, taat hukum, dan berakhlak mulia,” tegas Hendra.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan pembinaan kerohanian Kristen ini, Lapas Ambon membuktikan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik di bidang pembinaan kepribadian. Diharapkan nilai-nilai keimanan yang ditanamkan dapat menjadi pegangan hidup yang kokoh bagi seluruh warga binaan dalam menata masa depan yang lebih baik.

Kontributor : Humas Lapas Ambon

Discover more from KANWIL DITJENPAS MALUKU

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading