Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus mengoptimalkan  pelayanan keagamaan dan penguatan mental bagi warga binaan. Langkah ini diwujudkan melalui  program bimbingan dan pembinaan rohani berkelanjutan bagi warga binaan yang beragama Kristen  Protestan, bertempat di Gereja Oikumene Lapas Tual. Kegiatan rutin ini terlaksana berkat kerja sama  sinergis dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Selasa  (20/10).

Kepala Subseksi (Kasubsi) Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Tual, Fransisco  Fanulene, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan fondasi utama dalam mendukung  keberhasilan program reintegrasi sosial. Menurutnya, pembekalan iman sangat krusial agar para  warga binaan memiliki perubahan perilaku yang permanen dan positif.

“Hak beribadah dan memperoleh bimbingan rohani di dalam Lapas dipastikan berjalan optimal guna  menumbuhkan kesadaran diri para warga binaan. Lewat pendekatan keagamaan ini, kami berharap  mereka dapat merefleksikan diri, memperbaiki perilaku, dan siap kembali ke tengah masyarakat  dengan mentalitas yang baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Malra, Meilan Meike Simaela, hadir  sebagai narasumber sekaligus pelayan firman Tuhan. Melalui pesan Alkitab dan bimbingan konseling  keagamaan yang dibawakannya, ia merangkul serta memotivasi para warga binaan untuk tidak patah  arang dalam menghadapi garis hidup saat ini.

“Masa pembinaan di dalam Lapas bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah kesempatan  berharga yang Tuhan berikan untuk berbalik, merenung, dan memulihkan diri. Kami hadir untuk  menguatkan iman saudara-saudara sekalian agar tetap memiliki pengharapan di dalam Kristus dan  berkomitmen penuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Ibadah pembinaan rohani yang diisi dengan puji-pujian dan doa bersama tersebut berlangsung dengan  khidmat dan diikutisecara antusias oleh warga binaan Protestan. Lewat konsistensi program ini, Lapas  Tual dan Kemenag Malra berharap mampu mencetak insan-insan mandiri yang bertakwa sekaligus  mengikis stigma negatif di masyarakat ketika mereka bebas nanti.

Kontributor : Humas Lapas Tual

Discover more from KANWIL DITJENPAS MALUKU

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading