AMBON – Bapas Kelas II Ambon terus memperkuat komitmen penegakan tata kelola pemasyarakatan yang akuntabel dan berintegritas. Langkah konkrit ini diwujudkan melalui kunjungan audiensi jajaran Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon pada Selasa (20/10/2026).

Kepala Bapas Ambon, Maria M. Nahak, memimpin langsung rombongan dengan didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), Kepala Subseksi Bimbingan Klien Anak (BKA), serta perwakilan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Ambon. Kedatangan tim disambut hangat oleh Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, serta Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Hesta Van Harling.

Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan penguatan tata kelola Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), penataan mekanisme registrasi Klien Pemasyarakatan, pelaksanaan asesmen oleh Asesor Pemasyarakatan, hingga optimalisasi tugas dan fungsi Petugas Pemasyarakatan/PK pada UPT Pemasyarakatan.

Kabapas Ambon, Maria M. Nahak, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk koordinasi intensif guna menyelaraskan persepsi tugas di lapangan.

“Audiensi ini dilaksanakan sebagai langkah nyata menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait optimalisasi fungsi PK dalam sistem pemasyarakatan,” ujar Maria.

Menanggapi hal tersebut, Ka LPP Ambon, Hesta Van Harling, menyambut positif kolaborasi antar-UPT ini.

“Informasi dan poin penting dari audiensi ini akan segera kami sampaikan kepada seluruh pegawai terkait, agar terjadi harmonisasi kinerja demi mewujudkan pelayanan prima bagi warga binaan,” ungkap Hesta.

Sinergi lintas UPT ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Pemasyarakatan di Maluku dalam menghadirkan tata kelola kelembagaan yang transparan, harmonis, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan warga binaan.

Kontributor : Humas Bapas Ambon

Discover more from KANWIL DITJENPAS MALUKU

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading