Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual menunjukkan komitmen nyata dalam menjamin hak kesehatan individu bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Melalui kerja sama strategis dengan Puskesmas Ngadi, Lapas Tual memberikan perhatian dan terapi pengobatan khusus kepada satu orang warga binaan berinisial SU yang terdeteksi terpapar penyakit kusta, Kamis (22/10).
Langkah cepat dan personal ini diambil sebagai bentuk mitigasi dini demi mencegah potensi penularan di lingkungan Lapas yang bersifat komunal. Petugas kesehatan Lapas Tual mendampingi tim medis dari Puskesmas Ngadi secara intensif untuk memantau perkembangan klinis SU serta memastikan pemberian obat Multi Drug Therapy (MDT) berjalan secara rutin tanpa terputus.
Perawat Lapas Tual, Ns. Marsi Kolotjutju, menegaskan bahwa pengawasan ketat diberlakukan khusus untuk memastikan kepatuhan minum obat pasien.
“Pelayanan medis tanpa biaya ini merupakan wujud perlakuan humanis kami di Lapas untuk memastikan SU mendapatkan hak kesembuhannya. Kami melakukan pendampingan langsung setiap hari agar obat dikonsumsi secara teratur dan tidak terjadi resistensi bakteri,” jelas Ns. Marsi.
Perawat Puskesmas Ngadi, Sandra, yang ikut menangani langsung kasus ini, menjelaskan bahwa intervensi cepat pada satu pasien ini sangat krusial untuk menjaga kondusivitas kesehatan di dalam blok hunian.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan pengobatan kusta bagi SU berjalan sesuai standar prosedur medis yang ketat. Dengan penanganan yang tepat dan isolasi medis sementara yang terukur, risiko penularan ke warga binaan lain dapat ditekan hingga nol persen,” ujar Sandra.
Program penanganan yang inklusif dan cepat ini memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi pasien. SU mengaku sangat bersyukur atas perhatian medis khusus yang ia terima.
“Awalnya saya sangat takut, syok, dan khawatir akan dikucilkan di sini. Namun, berkat perhatian
Kontributor : Humas Lapas Tual

Leave a Reply