
Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menunjukkan komitmen progresif dalam menciptakan lingkungan kerja dan pembinaan yang bersih dari peredaran gelap narkotika. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pelaksanaan tes urine mendadak secara acak yang menyasar jajaran petugas staf maupun Warga Binaan, Jum’at (23/10).
Agenda strategis ini diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang berfokus pada Peningkatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkup pemasyarakatan. Guna menjaga integritas kelembagaan secara menyeluruh, instrumen pengawasan ketat ini sengaja dilakukan secara vertikal, tidak hanya menyasar warga binaan melainkan juga menyentuh internal jajaran petugas Lapas Geser.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Geser, Surdin Derlen, yang memimpin langsung sekaligus ikut serta sebagai peserta tes urine, menegaskan bahwa ketegasan ini merupakan komitmen kami demi menjaga marwah institusi.
“Kami ingin memastikan seluruh elemen di Lapas Geser, baik petugas maupun warga binaan, memiliki kepatuhan hukum dan tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya narkoba. Integritas petugas adalah benteng utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan berwibawa,” ujar Surdin.
Dari aspek teknis medis, staf Perawatan, Kesehatan, dan Rehabilitasi (Watkesrehab) Lapas Geser, Isratul Muslimin, menjelaskan bahwa pengambilan sampel dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya (zero notification) terhadap tiga orang petugas Lapas dan dua orang warga binaan yang dipilih secara acak. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas pelibatan aktif tenaga medis muda dalam agenda krusial ini.
“Metode random sampling ini dipilih sebagai instrumen deteksi dini yang objektif guna memetakan kondisi kepatuhan hukum di lingkungan kerja kami secara berkala dan efisien. Seluruh proses pengujian dijalankan ketat sesuai Standar SOP secara cepat, akurat, dan transparan. Kehadiran rekan-rekan peserta magang bidang kesehatan sangat membantu menjaga objektivitas pemeriksaan sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” urai Isratul.
Keterlibatan aktif tersebut diakui langsung oleh Riska Amelia Putri Rumakway, salah satu peserta magang bidang kesehatan yang bertugas sebagai tim teknis penguji sampel. Ia mengaku bangga dapat berkontribusi langsung dalam menyukseskan program P4GN di institusi pemasyarakatan.
“Ini menjadi pengalaman klinis yang sangat berharga bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu kesehatan secara nyata. Kami juga mengapresiasi tinggi transparansi dan kolaborasi yang dibangun oleh Lapas Geser demi mewujudkan pelayanan pembinaan yang prima dan bersih dari pengaruh zat adiktif,” ungkap Riska.
Respons kooperatif juga ditunjukkan oleh salah seorang perwakilan warga binaan berinisial HR, yang terpilih menjadi sampel pemeriksaan. Dirinya mengaku tidak merasa terintimidasi dengan adanya inspeksi mendadak tersebut.
“Kami sama sekali tidak merasa disudutkan dengan tes urine mendadak ini. Sebaliknya, kami sangat mendukung penuh karena kami juga mendambakan lingkungan tempat kami membina diri ini selalu aman, tenang, dan bersih dari barang terlarang. Dengan begitu, seluruh program pembinaan kepribadian maupun kemandirian kami dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” tutur HR.
Berdasarkan hasil uji terhadap seluruh sampel yang dikumpulkan, baik dari petugas maupun warga binaan, dinyatakan Negatif secara menyeluruh. Hasil ini menjadi indikator kuat bahwa Lapas Geser berhasil membentengi diri dengan baik dari pengaruh buruk serta penyalahgunaan narkotika.
Melalui keberhasilan pelaksanaan tes urine acak ini, Lapas Geser optimis dapat terus memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi tata kelola institusi yang profesional. Suasana aman, tertib, dan kondusif yang konsisten terjaga diharapkan mampu mengoptimalkan output program pembinaan bagi warga binaan.
Ke depan, manajemen Lapas Geser berkomitmen untuk melembagakan kegiatan sidak insidental serta kolaborasi lintas sektor di bidang kesehatan ini sebagai budaya kerja rutin. Langkah berkesinambungan ini diambil demi mempertahankan status kelestarian Bersih Narkoba menuju Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).
Kontributor : Humas Lapas Geser

Leave a Reply