MASOHI, INFO_PAS: Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi kembali menunjukkan hasil dari program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian. Sebanyak 95 ikat sawi berhasil dipanen dari lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Masohi, Senin (26/10).
Panen tersebut dilakukan oleh warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian sebagai bagian dari proses pembinaan kemandirian. Setelah dipanen, hasil pertanian selanjutnya diserahkan kepada Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) Rutan Masohi untuk dipasarkan kepada masyarakat.
Pemanfaatan lahan SAE melalui kegiatan budidaya tanaman menjadi salah satu upaya Rutan Masohi dalam memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Melalui proses tersebut, warga binaan tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan, tetapi juga belajar mengenal proses produksi hingga pemanfaatan hasil pertanian.
Kepala Rutan Masohi, Idris Kilkoda, mengatakan panen tersebut menjadi salah satu hasil dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Rutan Masohi.
“Panen sawi ini merupakan salah satu hasil dari pembinaan kemandirian yang kami laksanakan melalui pemanfaatan lahan SAE. Kami berharap keterlibatan warga binaan dalam setiap tahapan kegiatan pertanian dapat memberikan pengalaman dan keterampilan yang nantinya dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Idris.
Hasil panen yang mencapai 95 ikat tersebut kemudian diserahkan kepada Primkopasindo Rutan Masohi untuk dipasarkan. Langkah ini menjadi bagian dari pemanfaatan hasil kegiatan kerja warga binaan agar memiliki nilai produktif dan mendukung keberlanjutan program pembinaan.
Ketua Primkopasindo Rutan Masohi, Mario Lainata, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian warga binaan.
“Hasil panen sawi ini akan kami bantu pasarkan melalui koperasi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga hasil pertanian warga binaan dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan pembinaan,” kata Mario.
Salah satu warga binaan berinisial O.N. yang turut terlibat dalam kegiatan pertanian mengaku senang dapat mengikuti proses budidaya hingga panen.
“Kami senang bisa ikut menanam dan merawat tanaman sampai akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru yang bisa menjadi bekal untuk ke depannya,” ungkap O.N.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Masohi terus mendorong pemanfaatan lahan SAE sebagai sarana pembinaan yang produktif. Panen 95 ikat sawi ini diharapkan menjadi bagian dari keberlanjutan
program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kontributor : Humas Rutan Masohi

Leave a Reply