AMBON, INFO_PAS – Guna memangkas kendala geografis serta meningkatkan efisiensi pelayanan pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon menggelar kegiatan sosialisasi peran dan fungsi Pembantu Pembimbing Kemasyarakatan (PPK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Jumat (30/10/2026). Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Bimbingan Klien Anak (BKA), Nasir Nurdin, bersama Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Pertama, Jihan P.

Penjelasan edukatif disampaikan untuk mempertegas fungsi sentral PPK sebagai perpanjangan tangan Bapas dalam pelaksanaan pengawasan, pendampingan, dan penggalian data awal warga binaan. Mengingat ketersediaan sumber daya PK yang terbatas serta kondisi geografis Lapas Wahai yang cukup terisolasi, efektivitas Pos Bapas sangat bergantung pada keandalan peran PPK di lapangan. Nasir Nurdin menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan amanah ini demi menjaga kontinuitas hak-hak warga binaan.

“Kami berharap sinergi dari rekan-rekan petugas di Lapas Wahai yang telah dipercayakan sebagai PPK dapat terjalin dengan kuat. Kehadiran Anda semua sangat krusial untuk mendukung pekerjaan di Pos Bapas, terutama dalam mengatasi tantangan lokasi geografis yang sulit dijangkau agar pelayanan hukum tetap berjalan tanpa hambatan,” ujar Nasir.

Inisiatif ini disambut hangat oleh jajaran petugas Lapas Wahai. Salah satu petugas yang ditunjuk sebagai PPK, Frans Tepal, menyatakan kesiapannya untuk membangun kolaborasi yang solid dan berkesinambungan bersama tim Bapas Ambon.

“Kami siap berkolaborasi dan menyatukan persepsi dengan Bapas Ambon. Sinergi ini penting agar setiap layanan yang kita berikan kepada warga binaan betul-betul prima, tepat sasaran, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegas Frans Tepal.

Melalui penguatan kapasitas PPK ini, Bapas Ambon membuktikan bahwa jarak dan hambatan geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan keadilan yang humanis. Kolaborasi erat antarinstansi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang inklusif, akuntabel, dan berorientasi pada pemulihan hubungan hidup, penghidupan, dan kehidupan warga binaan.

Kontributor : Humas Bapas Ambon