Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon secara konsisten terus mengoptimalkan program pembinaan substantif dan berkelanjutan bagi para penghuni. Melalui kolaborasi yang terus terjalin bersama Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Ambon, Lapas Ambon secara rutin menghadirkan program pendidikan non-formal bagi warga binaan, Rabu (4/11).

Kegiatan pembelajaran non-formal ini diikuti secara antusias oleh enam orang warga binaan. Adapun materi yang diajarkan mencakup kemampuan dasar baca-tulis, pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), hingga penguatan wawasan kebangsaan melalui pelajaran Pancasila.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Meky Patty, menjelaskan bahwa program pendidikan non-formal ini merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembinaan karakter dan intelektual para warga binaan. Menurutnya, pemenuhan hak pendidikan di dalam penjara menjadi prioritas agar warga binaan memiliki keterampilan dasar yang kuat.

“Kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan warga binaan di dalam Lapas diisi dengan hal-hal yang produktif dan edukatif. Kerja sama dengan SKB Kota Ambon ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam memenuhi hak pembinaan bagi mereka,” kata Meky.

Dalam kegiatan ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan PNF SKB Kota Ambon, Helena L. Beresaby, turun langsung ke lapangan untuk mengajar para warga binaan di dalam Lapas.

Helena menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak mendasar bagi setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman. Ia menegaskan keterlibatannya secara langsung adalah bentuk kepedulian serta komitmen SKB Kota Ambon dalam mencerdaskan masyarakat.

“Setiap individu, dalam kondisi apa pun, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Kami hadir di Lapas Ambon untuk memastikan warga binaan tidak tertinggal dan memiliki bekal ilmu pengetahuan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat nanti,” ujar Helena.

Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh peserta. Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, berinisial JW, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan belajar yang diberikan. JW mengungkapkan bahwa pembelajaran ini memberikannya harapan baru serta motivasi untuk terus memperbaiki diri.

“Saya sangat senang dan berterima kasih karena masih diberikan kesempatan untuk belajar baca, tulis, dan pelajaran lainnya. Kegiatan ini membuat kami merasa dihargai dan menjadi modal berharga bagi kami saat bebas nanti,” ungkap JW.

Menanggapi keberhasilan dan kelancaran program ini, Kepala Lapas (Kalapas) Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak SKB Kota Ambon. Hendra menegaskan bahwa sinergi lintas instansi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial warga binaan.

Selain itu, Kalapas menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap salah satu program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperluas serta mengoptimalkan layanan pendidikan kesetaraan bagi para narapidana.

“Pendidikan adalah kunci penting dalam proses reintegrasi sosial. Pelaksanaan kegiatan ini juga sekaligus mendukung salah satu program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu pendidikan kesetaraan bagi narapidana. Kami berterima kasih kepada SKB Kota Ambon atas kolaborasi ini, dan berharap ilmu yang didapat para warga binaan dapat menjadi bekal positif untuk membuka lembaran hidup yang baru,” tegas Kalapas.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Ambon dan SKB Kota Ambon membuktikan bahwa tembok penjara bukanlah penghalang untuk terus belajar dan menggapai masa depan yang lebih baik. Program pendidikan non-formal ini diharapkan dapat terus berlanjut dan mencakup lebih banyak warga binaan ke depannya.

Kontributor : Humas Lapas Ambon