
Ambon, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon melakukan pemindahan bibit selada hidroponik sebagai Langkah keberlanjutan budidaya, Selasa (23/6). Kegiatan yang dampingi staf Kegiatan Kerja (Giatja) ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan sehat dan ramah lingkungan.
Bibit selada dipindahkan ke sistem hidroponik kali ini sebanyak 450 bibit hasil semai yang merupakan varietas unggul yang cepat panen dan cocok untuk dibudidayakan dalam iklim tropis. Metode hidroponik dipilih karena efisiensinya dalam penggunaan air dan lahan, serta minimnya kebutuhan pestisida, sehingga lebih ramah lingkungan.
Kalapas Ambon, S. Hendra Budiman, menegaskan bahwa pemindahan bibit ke instalasi hidroponik utama merupakan tahapan krusial dalam menjaga keberlanjutan budidaya. Ia menilai proses ini menentukan kualitas pertumbuhan selada hingga masa panen.
“Pemindahan bibit ke sistem hidroponik utama adalah langkah penting agar tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Dengan perawatan yang tepat, kami berharap hasil panen selada nantinya lebih maksimal dan berkelanjutan,” ujar Kalapas.
Staf Giatja, M. Imbran, menyampaikan bahwa pembibitan dilakukan menggunakan media rockwool dengan sistem pengairan terkontrol. Ia menambahkan bahwa warga binaan juga dilatih untuk memahami cara merawat bibit agar menguasai seluruh tahapan budidaya hidroponik.
“Kami menggunakan rockwool dengan sistem pengairan terkontrol, sekaligus melatih warga binaan agar memahami perawatan bibit dari awal sampai siap panen,” jelas Imbran.
Salah seorang warga binaan, berinisial KH mengaku antusias dengan program pertanian ini.
“Saya senang bisa belajar dari awal, mulai dari menyemai benih sampai merawat bibit. Kegiatan ini memberi kami ilmu baru dan rasa percaya diri untuk berkarya,” katanya.
Program hidroponik di Lapas Ambon ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana rehabilitasi yang efektif, mendorong perubahan perilaku positif dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui pengembangan pertanian berkelanjutan.
Kontributor : Humas Lapas Ambon

Leave a Reply