
Ambon_INFO PAS – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku menggelar rapat pembentukan kepengurusan Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I). Kamis (30/7).
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkifli Bintang, bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly, tersebut dihadiri oleh para purnabakti pemasyarakatan dan jajaran pegawai.
Pembentukan P3I merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghimpun para purnabakti ke dalam sebuah wadah organisasi yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, menjaga komunikasi, serta memperkuat kontribusi bagi kemajuan penyelenggaraan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa para purnabakti memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai, pengalaman, dan semangat pengabdian di lingkungan pemasyarakatan.
“Purnabakti adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang Pemasyarakatan. Pengalaman, dedikasi, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun merupakan aset berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Kehadiran P3I diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat persaudaraan sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan Pemasyarakatan di Maluku,” ujar Ricky Dwi Biantoro.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkifli Bintang, menyampaikan bahwa pembentukan P3I menjadi momentum untuk mempererat hubungan antargenerasi insan pemasyarakatan.
“Melalui P3I, para purnabakti tetap memiliki ruang untuk berbagi pengalaman, pemikiran, dan masukan konstruktif bagi perkembangan Pemasyarakatan. Semangat pengabdian tidak berhenti ketika memasuki masa purnatugas, tetapi terus berlanjut melalui kontribusi nyata bagi organisasi,” ungkap Zulkifli.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly, menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kebersamaan antara purnabakti dan pegawai aktif.
“P3I bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga sarana untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan. Sinergi yang terjalin antara para purnabakti dan jajaran pemasyarakatan akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Catherian.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan. Para peserta menyampaikan berbagai usulan terkait struktur organisasi, mekanisme kerja, serta program yang akan dijalankan selama masa bakti 2026–2030.
Mewakili para purnabakti, Syamsudin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya organisasi yang menjadi wadah pemersatu bagi para pensiunan pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik pembentukan P3I sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan menjaga komunikasi antarpurnabakti. Meskipun telah menyelesaikan masa tugas, kami tetap memiliki semangat untuk memberikan kontribusi pemikiran demi kemajuan Pemasyarakatan, khususnya di Maluku,” tutur Syamsudin.
Berdasarkan hasil musyawarah, disepakati susunan kepengurusan Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I) tingkat daerah untuk masa bakti 2026–2030.
Kepengurusan yang terbentuk berkomitmen menjalankan amanah organisasi secara profesional dan bertanggung jawab dalam mendukung kemajuan Pemasyarakatan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan serta komitmen untuk terus menjaga hubungan yang harmonis antara jajaran pemasyarakatan dan para purnabakti.

Leave a Reply