Ambon_INFO PAS – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan keterampilan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon melalui Festival Kreativitas Warga Binaan yang digelar, Selasa (18/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kanwil Ditjenpas Maluku dalam mendorong pelaksanaan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada pengembangan potensi warga binaan. Beragam karya dan keterampilan yang ditampilkan diharapkan dapat menjadi pengalaman sekaligus bekal positif bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Festival diikuti oleh perwakilan dari masing-masing kamar hunian dengan sejumlah perlombaan yang mengedepankan kreativitas, keterampilan, kerja sama, dan produktivitas. Perlombaan tersebut meliputi fashion show berbahan bekas, lomba cita rasa nasi goreng, serta kreasi taman bunga.

Dalam lomba fashion show, warga binaan ditantang mengolah berbagai bahan bekas menjadi busana kreatif. Hasil karya tersebut kemudian diperagakan di hadapan dewan juri. Kreativitas juga ditunjukkan melalui lomba cita rasa nasi goreng yang tidak hanya menilai rasa, tetapi juga aspek penyajian.

Sementara itu, melalui lomba kreasi taman bunga, setiap perwakilan kamar hunian menata area dengan memanfaatkan tanaman, bunga, dan berbagai ornamen. Kegiatan ini turut mendorong terciptanya lingkungan hunian yang lebih asri, nyaman, dan tertata.

Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan penilaian terhadap karya yang ditampilkan bersama Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Maluku dan unsur terkait lainnya. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya kreativitas, kerapian, keunikan, cita rasa, serta penyajian.

Ricky Dwi Biantoro mengapresiasi pelaksanaan Festival Kreativitas Warga Binaan tersebut. Menurutnya, kegiatan pembinaan harus mampu memberikan ruang bagi warga binaan untuk menggali, mengembangkan, dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
“Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi pengalaman sekaligus bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Ricky.
Ia menegaskan bahwa kreativitas warga binaan perlu terus diberikan ruang melalui kegiatan yang positif dan produktif. Dengan demikian, pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada pemenuhan program, tetapi juga mendorong terbentuknya kemandirian dan kepercayaan diri warga binaan.

Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, mengatakan Festival Kreativitas Warga Binaan merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Setiap karya yang dihasilkan merupakan bagian dari proses pembinaan dan menjadi bekal positif untuk kembali ke masyarakat,” kata Hesta.

Salah seorang warga binaan berinisial D mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, festival menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk berkreasi, bekerja sama, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

Rangkaian festival kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Penghargaan diserahkan oleh masing-masing juri sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kerja keras, dan partisipasi warga binaan. Selain perlombaan bagi warga binaan, pada kesempatan tersebut turut diumumkan para pemenang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) bagi pegawai Lapas Perempuan Ambon.

Kanwil Ditjenpas Maluku berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan yang mendorong warga binaan untuk berkarya, meningkatkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri secara lebih baik untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.