Piru, INFO_PAS — Hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali ditunjukkan melalui pemasaran hasil pertanian. Pada Selasa (13/10), Lapas Piru membuka booth penjualan pepaya California di area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan menawarkan 18 buah pepaya hasil budidaya Warga Binaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Lapas Piru dalam memperkenalkan hasil pertanian Warga Binaan kepada masyarakat sekaligus mengembangkan pemasaran produk yang dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian. Kehadiran booth di area PTSP juga memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk melihat dan membeli hasil budidaya tersebut.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong produktivitas Warga Binaan agar hasil pembinaan memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Pembukaan booth ini menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan hasil pertanian Warga Binaan kepada masyarakat. Kami ingin kegiatan budidaya yang mereka jalani tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga melatih keterampilan, tanggung jawab, dan pemahaman tentang proses pemasaran,” ungkap Ode.
Apresiasi juga datang dari Meiskey, salah satu pembeli yang mengunjungi booth tersebut. Menurutnya, pemasaran hasil panen di area PTSP merupakan langkah positif untuk memperkenalkan kemampuan Warga Binaan kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi adanya penjualan hasil panen seperti ini. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Warga Binaan juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dan layak dipasarkan,” ujar Meiskey.
Bagi Warga Binaan, kegiatan pertanian ini menjadi kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Warga Binaan berinisial R mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam budidaya tanaman memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal setelah menjalani masa pidana.
“Kami belajar merawat tanaman dan memahami prosesnya sampai menghasilkan buah. Harapannya, keterampilan ini bisa kami manfaatkan untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tutur R.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen Lapas Piru dalam memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Kami terus mendorong agar pembinaan menghasilkan keterampilan nyata yang bermanfaat bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan pertanian dan pemasaran seperti ini, mereka diharapkan semakin mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tegas Hery.
Melalui pemasaran hasil panen di area PTSP, Lapas Piru terus berupaya menghubungkan pembinaan dengan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi Warga Binaan dan masyarakat.
Kontributor : Humas Lapas Piru

Leave a Reply