
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, warga binaan yang tergabung dalam bengkel kerja berhasil merampungkan pesanan enam buah meja berkualitas untuk kebutuhan fasilitas kafe pada Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Rabu (14/10).
Pengerjaan enam unit meja tersebut dilakukan melalui serangkaian tahapan teknis yang rapi dan presisi. Proses pembuatan diawali dari pemotongan besi hollow sebagai rangka utama meja, dilanjutkan dengan pengecatan rangka besi, hingga pemasangan tripleks pada bagian permukaan alas. Untuk memberikan tampilan yang modern dan elegan, permukaan meja kemudian difinishing dengan pelapisan HPL (High Pressure Laminate).
Pengerjaan ini tidak hanya menjadi wadah pembuktian keahlian dan efisiensi kerja warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk furnitur yang bernilai estetika tinggi. Selain menjadi sarana pengasahan keterampilan, transaksi penjualan meja kepada pihak koperasi ini dikelola secara transparan dan akuntabel, di mana hasil penjualan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagian di antaranya dialokasikan sebagai premi atas kerja keras warga binaan yang terlibat.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa pengerjaan pesanan ini merupakan bentuk sinergi internal yang optimal antara seksi Giatja dan Koperasi Konsumen Lapas. Ia mengapresiasi kerapian kerja warga binaan sekaligus menegaskan pentingnya skema penyetoran PNBP dan pemberian premi.
“Kami sangat bangga melihat hasil karya perkayuan warga binaan yang tidak kalah dengan standar pasaran luar. Melalui mekanisme pesanan ini, seluruh proses keuangan dikelola sesuai ketentuan, di mana hasil penjualan disetorkan untuk PNBP dan para warga binaan yang bekerja mendapatkan premi sebagai hak atas hasil keringat mereka,” ungkap Zulkipli.
Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh salah seorang warga binaan yang terlibat langsung dalam proses pembuatan meja, berinisial FG. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan mengerjakan pesanan ini membuatnya semakin percaya diri dan bersemangat untuk terus mengasah keahlian di bidang pertukangan.
“Saya sangat bersyukur diberi kepercayaan untuk menyelesaikan pesanan meja kafe ini. Proses pengerjaan dari pemotongan besi, perakitan rangka, pengecatan, hingga tahap finishing pelapisan HPL melatih kerapian kami. Ditambah lagi adanya premi yang kami terima, ini menjadi dorongan moral yang sangat berarti bagi saya dan teman-teman,” tutur FG penuh semangat.
Dukungan positif turut disampaikan oleh Ketua Pengurus Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Hendrina Mataheru. Ia menyampaikan kepuasannya terhadap kualitas produk karya warga binaan yang dinilai sangat kokoh, rapi, dan sesuai dengan konsep interior kafe koperasi yang disiapkan.
“Kualitas enam unit meja yang dikerjakan oleh warga binaan sangat memuaskan, pengerjaannya presisi dan hasilnya kokoh. Kami dari pihak koperasi tentu sangat mendukung pemenuhan sarana dan prasarana kafe dengan memanfaatkan hasil karya warga binaan sendiri karena mutunya terbukti berdaya saing,” kata Hendrina.
Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas produktivitas warga binaan. Menurutnya, keberhasilan memproduksi barang bernilai ekonomis yang berkontribusi pada pendapatan negara merupakan bukti nyata efektivitas sistem pemasyarakatan.
“Pengerjaan pesanan meja ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Ambon berjalan secara produktif dan memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kami bertekad untuk terus mendorong program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, akuntabel melalui penyetoran PNBP, serta mampu memberikan reward berupa premi bagi warga binaan agar mereka siap menjadi pribadi mandiri di masa depan,” tegas Hendra.
Melalui keberhasilan program pengerjaan furnitur ini, Lapas Ambon menegaskan perannya bukan sekadar tempat menjalani masa pidana, melainkan inkubator keterampilan yang melahirkan karya berkualitas. Diharapkan keahlian pertukangan dan manufaktur yang makin terasah ini dapat menjadi bekal kewirausahaan yang tangguh bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat kelak.
Kontributor : Humas Lapas Ambon

Leave a Reply