Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus mengoptimalkan sektor pertanian perkotaan sebagai wadah pembinaan kemandirian warga binaan. Kali ini, jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) bersama para warga binaan melakukan penanaman 350 bibit tanaman pakcoy yang telah melewati masa penyemaian ke instalasi sistem hidroponik, Senin (19/10).

Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemenuhan program pembinaan, melainkan wujud konkret Lapas Ambon dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di bidang pemenuhan kemandirian pangan melalui program pertanian. Langkah strategis ini juga selaras dengan agenda prioritas Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam mendorong swasembada pangan nasional.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa budi daya pakcoy dengan metode hidroponik ini dirancang secara sistematis untuk melatih ketelitian serta pemahaman teknis warga binaan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kegiatan pertanian ini dijalankan dengan mengedepankan kualitas edukasi dan transfer keterampilan.

“Penanaman 350 bibit pakcoy ke media hidroponik ini adalah tahap krusial untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang presisi. Melalui program pertanian hidroponik ini, kami berfokus memberikan pembekalan teknik budi daya modern bagi warga binaan agar mereka memiliki keahlian agribisnis yang relevan dan bernilai guna,” ujar Zulkipli.

Semangat dan antusiasme tinggi turut disampaikan oleh salah seorang warga binaan yang terlibat langsung dalam proses perawatan dan penanaman bibit, berinisial CP. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman mengelola sistem hidroponik memberinya pengetahuan baru yang sangat bermanfaat untuk modal berwirausaha setelah bebas nanti.

“Saya sangat bersyukur bisa belajar teknis budi daya hidroponik di sini. Dari proses penyemaian hingga penanaman bibit pakcoy hari ini, kami diajarkan menjaga konsentrasi nutrisi dan kebersihan instalasi. Pembekalan ini memberi saya keyakinan dan dorongan modal keterampilan untuk membuka usaha pertanian mandiri saat bebas kelak,” tutur CP penuh rasa optimis.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan apresiasi atas konsistensi jajaran Giatja dan warga binaan dalam memanfaatkan instalasi hidroponik yang sudah dibuat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi hidroponik menjadi solusi efektif dalam menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus membina warga binaan menjadi insan yang produktif.

“Langkah penanaman bibit pakcoy ini merupakan komitmen berkesinambungan Lapas Ambon dalam mengejawantahkan Program Aksi Kemenimipas serta mendukung Asta Cita Presiden menuju swasembada pangan. Kami ingin membuktikan bahwa dari balik tembok pemasyarakatan, warga binaan mampu menguasai teknologi pertanian modern dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat,” tegas Kalapas.

Melalui keberhasilan pengelolaan 350 bibit pakcoy hidroponik ini, Lapas Ambon menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan kemandirian yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada masa depan. Diharapkan program ini terus berkembang pesat serta menjadi inspirasi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kontributor : Humas Lapas Ambon

Discover more from KANWIL DITJENPAS MALUKU

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading