Masohi, Info_Pas – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman lanjutan dan penyiraman tanaman kacang tanah di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (19/10) sore.
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, bersama Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Muhammat Irvan Haupea, Satuan Pengawal Ketahanan Pangan (Satpangan) Rutan Masohi, serta warga binaan yang mengikuti program asimilasi kerja luar.
Penanaman lanjutan ini dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE sekaligus memperluas pengembangan tanaman pangan yang dikelola Rutan Masohi. Selain melakukan penanaman, petugas dan warga binaan juga melaksanakan penyiraman terhadap tanaman kacang tanah yang telah ditanam sebelumnya guna menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen jajaran Rutan dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang produktif sekaligus memberikan nilai tambah bagi proses pembinaan warga binaan.
“Melalui kegiatan penanaman dan perawatan tanaman kacang tanah ini, kami berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE agar lebih produktif dan berkelanjutan. Kami juga ingin menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan, sehingga mereka memperoleh keterampilan dan pengalaman di bidang pertanian yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Idris Kilkoda.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga memerlukan pemeliharaan yang konsisten dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penyiraman, pembersihan gulma, serta perawatan tanaman lainnya menjadi bagian penting yang harus dilaksanakan secara rutin agar pertumbuhan tanaman dapat berlangsung dengan baik.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Muhammat Irvan Haupea, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian di lahan SAE juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan praktis di bidang budidaya tanaman pangan.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar secara langsung mengenai proses budidaya tanaman pangan, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi mereka ketika kembali ke masyarakat, sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat kerja,” ungkap Irvan.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga binaan dalam kegiatan penanaman dan perawatan tanaman perlu didukung dengan pendampingan serta pemeliharaan secara rutin. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata dalam membentuk kemandirian dan meningkatkan keterampilan warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh kegiatan berada di bawah pengawasan Satuan Pengawal Ketahanan Pangan (Satpangan) Rutan Masohi untuk memastikan proses penanaman dan perawatan berlangsung sesuai ketentuan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.
Rutan Masohi selanjutnya akan melaksanakan pemeliharaan tanaman secara berkala, meliputi penyiraman, pembersihan gulma, dan perawatan lainnya guna menunjang pertumbuhan tanaman kacang tanah serta menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di lingkungan Rutan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Masohi berharap pemanfaatan lahan SAE dapat terus memberikan hasil yang produktif sekaligus menjadi wadah pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Seluruh rangkaian kegiatan penanaman lanjutan dan penyiraman tanaman kacang tanah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Kontributor : Humas Rutan Masohi

Leave a Reply