Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus mengoptimalkan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Bekerja sama dengan Yayasan Wahdah Islamiyah, Lapas Ambon menggelar kegiatan pembinaan keagamaan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Ambon, Rabu (4/11).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut diawali dengan penyampaian tausiyah oleh Ust. Ahmad Komaruddin yang kemudian dilanjutkan dengan program pengajian intensif atau Dirosah Al-Qur’an bersama Tim Wahdah Islamiyah. Seluruh rangkaian kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh puluhan warga binaan beragama muslim.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Mekky Patty, menjelaskan bahwa pembinaan kerohanian ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dijadwalkan secara berkala untuk memenuhi hak-hak pembinaan keagamaan warga binaan muslim.

Mekky Patty menambahkan, keterlibatan lembaga keagamaan eksternal memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan lapas.

“Kegiatan ini rutin kami laksanakan dan evaluasi secara berkala. Dengan hadirnya ustaz dan tim pengajar dari luar, pembinaan mental dan spiritual warga binaan menjadi jauh lebih terarah, sehingga tercipta suasana lapas yang kondusif, aman, dan penuh kedamaian,” tutur Mekky.

Sementara itu, Ust. Ahmad Komaruddin, dalam tausiyahnya menyampaikan pesan-pesan motivasi agar para warga binaan senantiasa memanfaatkan waktu di lapas sebagai momentum hijrah dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.

Ust. Ahmad juga mengaku bersyukur dan mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran petugas serta antusiasme luar biasa dari para warga binaan yang hadir di Masjid At-Taubah.

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan pihak Lapas Ambon yang memberikan ruang luas bagi dakwah dan pembinaan rohani. Melihat semangat warga binaan dalam belajar membaca Al-Qur’an dan mendengarkan ilmu agama, kami optimis bahwa pintu hidayah dan kesempatan untuk menjadi manusia yang bermanfaat akan selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin bertobat,” ungkap Ust. Ahmad.

Manfaat dari program pembinaan ini dirasakan langsung oleh salah satu warga binaan berinisial OL. Ia mengaku kegiatan pengajian rutin seperti ini sangat membantu menenangkan batin dan memberikan pencerahan selama menjalani masa pembinaan.

OL menuturkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan warga binaan lainnya merasa sangat terbantu dengan adanya bimbingan mengaji secara intensif dari Tim Wahdah Islamiyah.

“Kehadiran ustaz dan pembimbing dari Wahdah Islamiyah sangat berarti bagi kami di sini. Melalui pengajian Dirosah Al-Qur’an ini, kami yang tadinya terbata-bata kini mulai lancar membaca Al-Qur’an, dan hati kami menjadi lebih tenang dalam menjalani sisa masa hukuman di lapas ini,” ujar OL.

Di sisi lain, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, mengungkapkan bahwa sinergi bersama pihak eksternal seperti Wahdah Islamiyah merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik selama dan setelah menjalani masa pidana di dalam lapas.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi yang konsisten ini. Melalui pembinaan kepribadian, kami berharap warga binaan dapat merenungi kesalahan, memperbaiki diri, serta membekali diri dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat sebelum kembali ke tengah masyarakat,” ujar Hendra.

Kegiatan pembinaan kepribadian di Masjid At-Taubah tersebut berjalan dengan khidmat, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir. Melalui sinergi yang berkesinambungan antara Lapas Ambon dan Wahdah Islamiyah, diharapkan proses reintegrasi sosial warga binaan dapat terwujud secara optimal melalui pembentukan mental dan spiritual yang tangguh.

Kontributor : Humas Lapas Ambon