Masohi, Info_Pas : Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi melaksanakan kegiatan ibadah dan pembinaan agama Kristen bagi Warga Binaan di Gereja Imanuel Rutan Masohi pada Kamis, (29/10). Kegiatan ini dilaksanakan bersama peserta magang dan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembinaan kerohanian bagi warga binaan.

Dalam pembinaan tersebut, Pendeta Nieske Soumokil mengajak warga binaan untuk senantiasa percaya pada rancangan Tuhan dan menjadikan setiap proses kehidupan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Melalui tema Rancangan Tuhan, kita diingatkan bahwa setiap orang memiliki harapan dan kesempatan untuk berubah. Masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Yang terpenting adalah bagaimana kita mau memperbaiki diri, bertumbuh dalam iman, serta mewujudkan kasih Tuhan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Nieske

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik adalah pembuatan Pohon Harapan, melalui kegiatan menggantungkan kertas berisi harapan dan doa. Kegiatan ini menjadi simbol pertumbuhan iman, pembaruan diri, serta komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajak untuk tidak hanya menuliskan harapan dan doa, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti saling mengasihi, mengampuni, bersabar, menjaga kedamaian, dan mengendalikan diri. Pohon Harapan diharapkan menjadi pengingat bahwa perubahan positif dapat dimulai dari kesadaran diri dan kemauan untuk terus memperbaiki perilaku.

Sementara itu, peserta magang Rutan Masohi, Inggrit Frisilia Letpaty, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ibadah dan pembinaan kerohanian tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan kepedulian serta semangat dalam mendampingi warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa setiap orang membutuhkan dukungan, perhatian, dan kesempatan untuk menjadi lebih baik. Saya berharap ibadah dan pembinaan kerohanian ini dapat memberikan semangat serta pengharapan bagi warga binaan agar terus memperbaiki diri, bertumbuh dalam iman, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Inggrit

Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Masohi, Muhamat Irvan Haupea, S.E. menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.

“Kami berharap kegiatan ibadah dan pembinaan kerohanian seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan, khususnya dalam membangun kesadaran untuk memperbaiki diri dan berperilaku lebih baik. Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” Ujar irvan

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan kerohanian warga binaan, menumbuhkan kesadaran untuk meninggalkan perilaku yang kurang baik, serta mendorong mereka menjalani kehidupan berdasarkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang terkandung dalam Firman Tuhan.

Melalui kegiatan ibadah dan pembinaan agama Kristen ini, Rutan Masohi terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual warga binaan. Diharapkan, nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Kontributor : Humas Rutan Masohi